Kecakapan Antar Personal Dan Etika
Jika Saya Dapat Melindungimu, Saya Akan Lakukan
Tingkatan Konflik dalam Manajemen Konflik
Tingkatan konflik terbgai menjadi enam bagian ,diantaranya:
1.Konflik Laten atau masih belum nampak kepermukaan
Konflik ini bisa di bilang gak ada yang tau selain dirinya sendiri bakalan terjadi sesuatu.
2.Konflik yang mendahului(antecedent condition)
Perasaan yang mau ngelakuin sesuatu yang bisa berakibat si konflik ini mulai timbul.
Seperti kamu mau ngebongkar pasangan kamu yang berbohong ,tapi kamu tau responnya bakalan kaya gimana dan akhirnya ribut.
3.Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat di rasakan(felt conflict)
Adanya tujuan yang saling bertentangan.
4.konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku(mainves behavior)
Dalam situas ini kelompok atau individu udah mulai terlibat dalam konflik yang terjadi .
Misalnya seperti debat capres dan cawapres.
5.penyelesaian atau tekanan konflik
Dalam hal ini terdapat dua kemungkinan yang bakalan terjadi, yang pertama kalau masalahnya ini selesai dan menghasilkan hasil yang damai ,mereka bisa akur dan baik-baik aja. Yang kedua, kalau masalahnya enggak nemuin titik terang dan malah makin memanas jangan harap bisa akur lagi yaaa!!!
6.Akibat penyelesaian konflik
Positif, dimana kedua belah pihak yeng terlibat konflik ini menemui kesepakatan buat damai.
Dan negatifnya buat kedua belah pihak ini ,konfliknya ini bisa berlanjut sampai kedua belah pihak ini nemuin titik kesepakatan terjadi.
Bagaimana orang menerima Konflik?
Menurut teori yang di sampaikan oleh para ahli, manajemen konflik di bagi menjadi dua sisi, yang pertama di sebut dengan kooperatif atau memuaskan orang lain dan yang ke dua di sebut dengan assertif atau memuaskan diri sendiri.
Kemudian kedua sisi ini di bagi lagi menjadi 5 gaya manajemen konflik diantaranya :
1.Kompetisi
2.kolaborasi
3.kompromi
4.menghindar
5.mengakomodasi
Bagaimana Cara Orang Menyelesaikan Konflik?
Terdapat enam prosedur umum yang di gunakan orang yang berkonflik untuk menyelesaikan konfliknya yaitu :
1.Lumping
Terjadi saat salah satu pihak konflik sudah gagal ngelakuin tuntutan itu. Kemudian keduanya kembali melakukan hubungan yang baik seakan akan gak terjadi sesuatu.
2.Avoidance or Exit
Konflik di tiggalkan begitu saja karena salah satu pihak atauupun keduanya merasa tidak mempunyai kekuatan atau upaya untuk memenangkan konflik.
3.Coersion
Ini mengutamakan kepentingan orang atau kelompk lain ketimbang dirinya sendiri.
4.Negotiation
Pihak berkonflik akan mengadakan negosiasi secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga dan dimana hasilnya itu akan menguntungkan kedua belah pihak tersebut.
5.Conciliation
Penyelesaian ini di dasari pada pihak lain yang perduli pada konflik. Dan dimana merasa ingin mengajak mereka untuk menyelesaikan semua permasalahannya .
6.Mediation
Dimana pihak ketiga ini mempunyai kuasa untuk intervensi atau mempengaruhi pihak yang bermasalah untuk melakukan penyelesaian. Hasilnya dari penyelesaian ini yang di terima oleh kedua belah pihak di sebut dengan arbitrase.
3. Penyelesaian Masalah
Materi kuliah kali ini, salah satunya kita akan membahas tentang masalah.
Masalah adalah...
Secara singkat nya masalah bisa di sebut sebagai :
• Sesuatu yang membutuhkan solusi
• Sesuatu yang jika dibiarkan maka bisa mengganggu keberlangsungan sesuatu
• Sesuatu yang jika dipikirkan tanpa ada solusi, bisa bikin stress sampai bunuh diri
• Sesuatu yang pasti ada solusinya walaupun tidak begitu mengenakkan.
Jenis-jenis Masalah
1.masalah Sederhana
2.Masalah Rumit
Langkah Menyelesaikan Masalah dengan 3M
Mengidentifikasi Masalah dengan menguraikan nya
Disini kita harus mencari tahu terlebih dahulu dimana titik awal permasalahannya.Kemudian mencari tahu juga dimana masalah ini mudah melebar dan menyebabkan masalah yang besar.
Mengumpulkan alternatif penyelesaian masalah
Setelah ketemu dengan sumber yang menyebabkan masalah, langkah selanjutnya mengumpulkan setiap alternatif atau kemungkinan cara yang bisa dilakukan agar masalah terselesaikan.
Apalagi untuk jenis masalah yang rumit, pemetaan berbagai alternatif mesti dilakukan agar kemungkinan masalah selesai bisa lebih tepat dan cepat.
Memilih alternatif dan melakukan evaluasi
Setiap alternatif perlu dipilih dan dicoba satu persatu untuk mengetahui apakah berhasil atau tidak. Tidak berhasilnya alternatif dipilih akan menjadi evaluasi khusus untuk menemukan alternatif yang baru.
Siklusnya akan selalu begitu sampai benar-benar bertemu dengan solusi yang tepat.
Langkah menyelesaikan masalah dengan BTS
Terdapat 3 point, diantaranya :
1. Berdiskusi
2. Terbuka
3. Sepakat
Hambatan Penyelesaian Masalah
Apa itu hambatan dalam penyelesaian masalah?
Singkatnya begini, hambatan adalah halangan atau rintangan.
Hambatan di uraikan lagi menjadi 3 point :
• Sesuatu yang datang tanpa dikehendaki
• Menyebabkan kesulitan dalam melakukan proses
• Harus dihilangkan jika proses ingin terus berjalan.
Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja di bagi menjadi beberapa point, diantaranya :
•Terdapat pekerja dengan jumlah yang cukup banyak.
•Adanya target atau tugas yang harus dicapai oleh pekerja tersebut.
•Terdapat kondisi dinamis yang memengaruhi pekerja dalam menyelsaikan tugas dan target.
•Faktor-faktor dari luar memengaruhi kondisi dinamis lingkungan kerja..
•Lingkungan kerja berperan penting dalam operasi perusahaan.
•Memerlukan pengaturan agar target operasional perusahaan tercapai.
Bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan kondisi yang berlangsung di area tempat kerja para pekerja.
Jenis Lingkungan kerja
Jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2,yaitu :
1. Lingkungan kerja fisik
2. Lingkungan kerja non fisik
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan kerja
Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan Sedarmayanti (2001:21) yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya adalah :
1. Penerangan/cahaya di tempat kerja
2. Temperatur/suhu udara di tempat kerja
3. Kelembaban di tempat kerja
4. Sirkulasi udara di tempat kerja
5. Kebisingan di tempat kerja
6. Getaran mekanis di tempat kerja
7. Bau tidak sedap ditempat kerja
8. Tata warna di tempat kerja
9. Dekorasi di tempat kerja
10. Musik di tempat kerja
11. Keamanan di tempat kerja
Indikator indikator Lingkungan Kerja
Yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2001:46) adalah sebagai berikut :
1. Penerangan
2. Suhu udara
3. Suara bising
4. Penggunaan warna
5. Ruang gerak yang diperlukan
6. Keamanan kerja
7. Hubungan karyawan
4.Motivasi
Di pertemuan selanjutnya kita membahas tentang Motivasi.
Apa itu motivasi?
Dasarnya, motivasi berasal dari bahasa Inggris motivation yang artinya dorongan. Dorongan untuk melakukan suatu tujuan tertentu. Di tempat asalnya, motivasi ini mengarah kepada kebaikan.
Motivasi adalah harapan, ia bisa membangkitkan harapan meski logika berkata tidak mampu.
Jenis Motivasi
Berdasarkan jenisnya, motivasi bisa kita kategorikan berdasarkan dari mana ia datang. Yaitu :
Motivasi intrinsik > dorongan yang berasal dari dalam > dorongan dari hati dan perasaan.
Motivasi ekstrinsik > dorongan yang berasal dari luar > dorongan dari lingkungan kerja.
Teori-teori Motivasi
• Teori Maslow (Kebutuhan)
Dari teori ini kita belajar bahwa seseorang akan melakukan sesuatu ketika ia merasa membutuhkan sesuatu. Setiap kebutuhan akan ia kejar lalu ia dapatkan.
Setelahnya ia akan mengejar kebutuhan ke dua, ke tiga dan kebutuhan lainnya. Dorongan untuk melakukan sesuatu tersebut muncul karena individu membutuhkan sesuatu, karenanya ia merasa perlu untuk bekerja keras atau melakukan upaya lainnya.
• Teori Harapan
Teori ini berasal dari dorongan seseorang terhadap harapan-harapan yang dirasa akan membuat seseorang tersebut puas. Misalnya harapan Fauzi agar bisa meminang kekasih hati, sehingga Fauzi merasa terdorong untuk mengupayakan segala hal untuk dia.
• Teori Prestasi
Tidak jauh berbeda dengan teori-teori sebelumnya. Teori prestasi ini mengatakan bahwa seseorang bisa terdorong melakukan sesuatu karena akan mendapatkan prestasi. Misalnya Cinta dan Rangga yang berlomba belajar terus-terusan agar mendapatkan rangking pertama.
Fungsi Motivasi
• Untuk menentukan arah langkah
• Untuk memutuskan sesuatu
• Untuk memilih Sesuatu
• Untuk tetap smangat ketika melakukan sesuatu
• Untuk mendapatkan sesuatu
5. Komunikasi
Apa itu Komunikasi?
Komunikasi berasal dari bahasa latin communicare atau communis yang memiliki definisi menjadikan milik bersama.
Singkatnya komunikasi versi latin ini berarti menyampaikan sesuatu agar orang lain juga mengerti apa yang disampaikan.
Jenis Komunikasi
Terdiri dari :
Komunikasi Verbal dengan kata kata
Komunikasi verbal mencakuo aspek aspek berupa :
•Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
•Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
•Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proporsional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
•Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
•Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
•Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk Komunikasi Non verbal :
• Ekspresi Wajah
• Kontak mata
• Sentuhan
• Gestur tubuh dan gaya berjalan
• Sound (suara)
•Gerak isyarat
Bentuk Komunikasi
Bentuk komunikasi berdasarkan :
Komunikasi Langsung
Komunikasi ini tanpa menggunakan alat. Komunikasi ini menggunakan kata kata.
Komunikasi tidak langsung
Komunikasi ini biasanya menggunakan alat. Seperti penggunaan handphone, buku dll.
Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi Kelompok, Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
Komunikasi Perorangan, Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Bentuk komunikasi berdasarkan Arah Pesan :
• komunikasi satu arah
• komunikasi timbal balik
6. Kepemimpinan
Apa itu Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan tersebut digunakan ketika memimpin.
Aspek penting di dalam kepemimpinan
Aspek penting di dalam sebuah kepemimpinan tercantum di dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2009). Buku tersebut karya dari Edy Sutrisno. Dijelaskan bahwa kepemimpinan memiliki tiga aspek penting, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Seorang pemimpin harus melibatkan orang lain
Orang lain yang dimaksud di sini adalah sebagai pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok.
2. Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan
Maksud dari aspek ini adalah anggota kelompok tetap memiliki kuasa di dalam sebuah organisasi.
3. Kepemimpinan sebagai kemampuan dalam menggunakan kekuasaan
Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin umumnya akan digunakan dalam memengaruhi perilaku anggota kelompoknya. Hal itu dilakukan melalui sejumlah cara.
Teori Kepemimpinan
1. Great Man theory
Great Man Theory yang dikenal sebagai teori orang hebat ini berkembang sejak abad ke-19. Teori ini membuat asumsi mengenai sifat kepemimpinan dan bakat kepemimpinan. Teori ini menyebutkan bahwa hal-hal tersebut dibawa seseorang sejak orang itu dilahirkan.
2. Teori Gaya dan Perilaku
Teori berdasarkan gaya dan perilaku ini menyatakan bahwa pemimpin yang hebat itu dibuat. Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin yang hebat itu bukan berasal sejak mereka dilahirkan.
3. Traith Theory
Trait Theory juga sering disebut sebagai teori sifat kepribadian. Teori ini meyakini bahwa seseorang yang dilahirkan atau dilatih menggunakan sebuah kepribadian tertentu, maka mereka akan menjadi unggul dalam peran kepemimpinannya.
4. Behavioural Theories
Teori kepemimpinan behavioral theories ini adalah reaksi dari trait theory. Behavioral theories atau teori perilaku ini menghadirkan sudut pandang yang baru mengenai kepemimpinan. Daripada karakteristik fisik, mental dan sosial dari seorang pemimpin, teori ini memberikan perhatian pada perilaku para pemimpin itu sendiri.
5. Contingency Theory
Contingency theory menganggap bahwa tidak ada acara yang paling baik untuk menyatakan dan memimpin. Teori ini menganggap bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan pada kondisi dan situasi tertentu. Atas dasar teori kontingensi ini, seseorang akan mungkin dapat berhasil tampil dan memimpin, dengan sangat efektif pada situasi, kondisi dan tempat tertentu.
6. Theory Servant
Teori kepemimpinan selanjutnya adalah teori servant. Dalam bahasa Indonesia, disebut sebagai pelayan. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970 an. Teori ini meyakini bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bertugas melayani, menjaga serta memelihara kesejahteraan fisik dan mental para anggota atau pengikutnya.
7. Theory Transaksional
Transaksional berasal dari kata dasar transaksi. Teori ini menggambarkan sebuah gaya kepemimpinan yang berdasar pada perjanjian atau kesepakatan. Perjanjian atau kesepakatan tersebut dibuat seseorang dengan orang lain.
8. Teori Transformasi inal
Teori ini mengacu pada kata transformasi, kata tersebut memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional adalah sebuah teori yang mengarahkan pada istilah “memanusiakan manusia”. Teori ini mengedepankan pendekatan personal pemimpin dengan bawahannya atau organisasi.
7.Kerja Sama Tim
Adalah kemampuan pribadi dalam menerima, memutuskan, merelakan, atau memberikan pikiran, waktu dan tenaga kita untuk bekerja bersama dengan tim atau kelompok. Tujuannya adalah terpenuhinya tujuan bersama.
Bagaimana cara membangun kerja sama tim yang baik?
Kerja bersama artinya kerja tidak sendirian. Semua anggota kelompok harus tahu dan yakin bahwa tujuan tidak akan tercapai jika tidak berkerja bersama.
Pemimpin kelompok yang paham Tujuan kelompok
Pemimpin kelompok bertugas mengawal setiap anggotanya untuk melaksanakan tugas dengan baik.
Waktu menyenangkan bersama
Membuat waktu yang menyenangkan dan berkualitas bersama dengan tim sangat wajib dilakukan. Karena hal ini akan membuat tim semakin erat dan dapat menjalin komunikasi dengan baik.
Upgrade Kemampuan Bersama
Membangun kerjasama tim yang baik bisa juga dilakukan dengan mengupgrade setiap kemampuan individu dalam kelompok.
Manfaat Kerja sama tim dalam perusahaan
1. Memunculkan Ide atau gagasan baru dan bervariasi,
2. Perbedaan menciptakan inovasi bagi perusahaan
3. Tujuan lebih cepat dan tepat tercapai
4. Produktivitas meningkat
8. Etika Profesi
Adalah sekumpulan panduan atau aturan dalam melakukan sesuatu agar profesionalitas dalam bekerja tetap terlaksana.
Prinsip Etika Profesi
Meskipun kode etik di setiap profesi memiliki perbedaan, namun ada beberapa prinsip yang bersifat universal.
Prinsip etika profesi yang bersifat universal ini meliputi:
1. Kejujuran
2. Kepercayaan
3. Kesetiaan
4. Sikap menghargai orang lain
5. Taat terhadap hukum
6. Berperilaku baik
7. Menghindari hal-hal yang dapat membahayakan orang lain, serta
8. Memiliki akuntabilitas yang baik
Manfaat Etika profesi
1. Untuk publik
2. Untuk klien
3. Untuk Anggota
9. Manajemen Waktu
Manajemen Waktu yaitu suatu bentuk perencanaan, mengorganisir, menggerakkan, dan pengawasan, terhadap produktivitas waktu. Waktu ini juga merupakan salah satu sumber daya yang harus dapat dikelola dengan baik agar individu atau suatu organisasi bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Prinsip Manajemen Waktu
Diantaranya yaitu :
1. Mengembangkan suatu kepekaan pribadi terhadap waktu.
2. Mengidentifikasi suatu tujuan jangka panjang.
3. Buat rencana pada jangka menengah.
4. Rencana Harian.
5. Buat pemanfaatan yang terbaik bagi waktu terbaik anda.
6. Organisir suatu tugas kantor.
7. Menata suatu rapat.
8. Mendelegasikan secara efektif.
9. Buatlah suatu komitmen terhadap waktu.
10. Menjaga kesehatan Anda.
Sifat Waktu
1. Hal yang tidak dapat diulangi.
2. Hal yang tidak bisa dijalankan sesuai dengan keinginan diri sendiri.
3. Sesuatu yang tidak bisa diperlambat atau juga dipercepat.
Ada tiga poin penting dalam manajemen waktu, agar waktu kita gk kebuang cuma-cuma :
1. Mengelola.
2. Mengupayakan.
3. Memaksimalkan.
10. Persiapan Kerja, Interview dll
Sudah selesai dalam melaksanakan pendidikan, tapi bingung nih mau kerja dimana? Karena nyari kerja itu gk gampang lohh guyss huhuuu.
Ada beberapa point dalam persiapan kerja yaitu :
•ikuti internship atau magang
• harus rajin ikut organisasi
•rajin ikut karir ekspo
•mengasah skill dan tingkat percaya diri
• berusaha dan berdoa
Interview
Ada 5 hal yang harus di perhatikan pada saat akan menghadapi interview. Diantaranya yaitu :
1. Outfit
2. Attitude is everything
3. Communications is key
4. Kompetensi dan skill harus lolos syarat
5. Tunjukan antusiasme
11. Antisipasi Kegagalan
GAGAL... ya gagal. Kata ini sering kali menghampiri kita yang sudah berusaha untuk mencapai semuanya. Tetapi kegagalan tidak akan pernah hilang dari dalam hidup ini, selalu saja kita menemukan yang namanya kegagalan.
Sikap apa saja sih yang sebetulnya harus dimiliki seseorang agar dapat menerima dan mengantisipasi kegagalan? Beberapa sikap yang harus kita miliki di antara lain adalah sebagai berikut :
1. Yakin dan optimis
2. Istiqomah dengan ikhtiar
3. Tawakal
4. Ikhlas
Komentar
Posting Komentar