Kecakapan Antar Personal Dan Etika

1. Mengenali Kepribadian Diri Sendiri

"Sungguh menakjubkan jika akhirnya ada yang memahami kita" 

Haiii hello... 
Di pertemuan pertama, Saya mengikuti Tes 16Personalities.com dan mendapatkan gambaran yang unik dan juga akurat mengenai siapa saya dan apa yang telah saya lakukan dengan cara saya ini.  Disini kita itu di arahkan untuk menjawab pertanyaan" Pilihan ganda sperti itu. Dan nanti di akhir itu kita akan mengetahui kepribadian apa yang kita dapat. 

Setelah saya menyelesaikan semua pertanyaan nya, saya mendapatkan kepribadian sang Pembela. 

Pembela
Pembela adalah altruis sejati, mempertemukan kebaikan dan lebih banyak kebaikan dan melibatkan pekerjaan dan orang yang mereka percaya dengan antusiasme dan kemurahan hati.

Tipe kepribadian Pembela ini sangat unik lohh, karena banyak kualitas mereka bertentangan dengan definisi sifat individu mereka juga. Walaupun memiliki empati, Pembela ini dapat menjadi galak saat mereka perlu melindungi keluarga atau teman mereka, hihiii. Walaupun pendiam dan hati-hati, mereka biasanya memiliki berkomunikasi yang baik dan hubungan sosial yang kuat, dan walaupun mereka mencari keamanan dan kestabilan, kepribadian ini dapat sangat terbuka terhadap perubahan sepanjang mereka merasa dipahami dan dihormati.

Pembela banyak ditemukan dalam lini pekerjaan dengan nuansa sejarah di belakang mereka, misalnya dokter, akademisi, dan pekerja sosial amal.

Kita Harus Terlihat Agar Dipercaya

Pembela harus tahu kapan berkata tidak dan berbicara untuk dirinya jika mereka harus menjaga rasa percaya diri dan entusiasme mereka.

Pembela juga memanfaatkan ingatan yang istimewa yang tidak menyimpan data dan trivia, tetapi ingat pada orang dan informasi mengenai kehidupan mereka. 

Jika Saya Dapat Melindungimu, Saya Akan Lakukan

Kemampuan Pembela untuk berhubungan dengan orang lain dengan tingkat akrab tidak ada bandingannya di antara Introvert, kesenangan yang mereka rasakan dalam menggunakan hubungan tersebut untuk menjaga keluarga bahaya yang suportif merupakan hadiah bagi semua yang terlibat. Mereka mungkin tidak pernah benar-benar merasa nyaman di bawah lampu sorot, dan mungkin merasa bersalah atas penghargaan dari jerih payah orang lain, tetapi jika mereka yakin upaya mereka diakui, Pembela mungkin merasakan tingkat kepuasan dalam apa yang mereka lakukan yang hanya menjadi mimpi bagi tipe kepribadian lain.

Kekuatan dan Kelemahan sang Pembela

Kekuatan Pembela

•Dapat Diandalkan -Daripada bekerja dalam ledakan sporadias dan tidak bersemangat yang membuat segalanya setengah jadi, Pembela sangat teliti dan hati hati. Mereka mengambil pendekatan yang mantap, memastikan bahwa segala sesuatunya di lakukan dengan standar tertinggi dan seringkali melampaui apa yang di butuhkan. 

•Mendukung- Pembela benar-benar menikmati membantu orang lain, dan mereka dengan senang hati berbagi pengetahuan, perhatian, dan keahlian mereka dengan siapa pun yang membutuhkannya. Orang dengan tipe kepribadian ini  memilih kerja tim daripada kompetisi bila memungkinkan.

•Observasi- Pembela kepribadian memiliki bakat untuk memperhatikan hal-hal, terutama tentang orang lain. Mereka memperhatikan detail terkecil dari apa yang dikatakan dan dilakukan seseorang, memberi mereka wawasan tak terduga tentang kehidupan dan emosi orang lain.

•Antusias – Ketika tujuannya tepat, Pembela menerapkan semua hadiah mereka untuk sesuatu yang mereka yakini akan membuat perbedaan nyata dan positif dalam kehidupan orang – apakah itu memerangi kemiskinan dengan inisiatif global atau sekadar merayakan hari pelanggan.

Pekerja keras – Pembela tidak hanya menyelesaikan pekerjaan mereka – mereka bangga karenanya. Orang dengan tipe kepribadian ini sering membentuk ikatan emosional dengan proyek dan organisasi yang telah mereka dedikasikan, dan mereka tidak akan beristirahat sampai mereka melakukan bagian mereka – atau lebih dari bagian mereka – untuk membantu.

•Keterampilan Praktis yang Baik – Tipe kepribadian ini menawarkan kombinasi langka dari sifat altruistik dan kepraktisan yang diperoleh dengan susah payah. Pembela tidak hanya berharap untuk membantu orang lain. Mereka mengambil tindakan – artinya mereka dengan senang hati menyingsingkan lengan baju mereka dan melakukan apa yang diperlukan untuk merawat teman, keluarga, dan siapa pun yang membutuhkannya.


Kelemahan Pembela

•Terlalu Rendah Hati – Pembela begitu peduli dengan perasaan orang lain sehingga mereka mungkin menolak untuk mengungkapkan pemikiran mereka atau untuk menerima penghargaan yang sepatutnya atas kontribusi mereka. Dan mereka sering meremehkan upaya mereka sepenuhnya ketika mereka berpikir bahwa mereka dapat melakukan beberapa aspek kecil dari suatu tugas dengan lebih baik.

•Mengambil Hal Secara Pribadi – Meskipun mereka mungkin mencoba menyembunyikannya, orang dengan tipe kepribadian ini sangat sensitif terhadap pendapat orang lain, dan mereka dapat kehilangan keseimbangan jika seseorang tidak menghargai, menyetujui, atau setuju dengan mereka. Ketika mereka menghadapi kritik atau ketidaksepakatan – bahkan jika itu bermaksud baik – Pembela mungkin merasa seolah-olah mereka mengalami serangan pribadi.

•Menekan Perasaan Mereka – Pribadi yang pendiam, Pembela cenderung menginternalisasi perasaan mereka, terutama yang negatif. Hal ini dapat menimbulkan kesalah pahaman dalam hubungan mereka. Pada akhirnya, semua perasaan dan kebencian mereka yang terpendam dapat meluap dalam ledakan frustasi yang tiba-tiba dan tidak seperti biasanya.

•Berkomitmen berlebihan – Ketaatan pembela dapat menciptakan situasi di mana mereka kewalahan tetapi tidak mau melonggarkan standar mereka atau meminta bantuan. Akibatnya, kepribadian Defender mungkin menderita secara diam-diam, mencoba melakukan semuanya sendiri, bahkan ketika itu tidak mungkin.

•Enggan Untuk Berubah– Pembela adalah salah satu tipe kepribadian yang paling berjuang dengan perubahan. Melanggar tradisi tidak mudah bagi pembela, yang sangat menghargai sejarah dan preseden. Bahkan ketika perubahan diperlukan, mereka mungkin menunggu sampai situasi mencapai titik puncaknya sebelum mengubah arah.

•Terlalu Altruistik – Pembela memberi, sifat murah hati dapat membuat mereka rentan untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Mungkin sulit bagi orang-orang dengan tipe kepribadian ini untuk mengguncang perahu dan melawan seseorang yang tidak menarik beban mereka sendiri.


2.Manajemen Konflik

Di pertemuan ini membahas tentang manajemen konflik. Karena dalam hidup ini gak ada yang namanya hidup itu mulus-mulus aja gak ada masalah, pasti selalu melibatkan yang namanya itu konflik.

Konflik ini bisa terjadi pada diri kita sendiri ya…bisa juga kejadian sama orang lain.

Apasih yang di Maksud Sama Manajemen Konflik itu?

   Di dalam kata manajemen konflik itu ada dua kata yang tergabung,antara Manajemen sama Konflik.

Nah… manajemen ya,kita buat poinnya dulu deh. Dimana si manajemen initu punya empat poin penting yang fokus sama :


1.Upaya : bisa perorganisasian ,pengelolaan,pengaturan ataupun bisa upaya lainnya .

2.Aktor : bisa itu solo,duo,atau bisa juga tim. Maksudnya tim itu bisa seperti komunitas,instansi pemerintahan,organisasi dan yang lainnya.

3.Sumber daya: bisa meliputi objek berupa benda,orang,waktu,tempat dan lain-lain.

4.Tujuan spesifik : harus mempunyai tujuan .


Di lihat dari ke empat poin itu, kita bisa nyimpulin yang di maksud manajemen itu adalah upaya seseorang atau lebih yang melakukan kegiatan dengan melibatkan sumber daya untuk mencapai tujuan itu sendiri.

Kalau Konflik itu apa?

Si konflik ini juga mempunyai empat poin penting ,yaitu:

1.Kondisi : gak ada keharmonisan sama sekali, selalu ada pertentangan,dan juga gak ada kesepakatan atau kesepahaman.

2.adanya “Antara” : gak terjadi secara tunggal.maksudnya bisa terjadi karena satu hal dengan hal lainnya.

3.Sifatnya dinamis : bisa di pengaruhi sama perkembangan lingkunngan.

4.Menimbulkan akibat : akibat yang di maksud yaitu pertengkaran,pemusnahan.

Bisa kita ambil kesimpulan,konflik yaitu situasi dimana terjadinya ketidak sepahaman antara satu objek ini sama objeknya yg lain,bersifat dinamis dan juga akan berakibat sama kelangsungan hidup antara objek tersebut.

Manajemen konflik 

  Adalah upaya seseorang atau lebih yang melakukan peraturan pada sumberdaya untuk mengubah sebuah konflik menjadi manfaat.

Jadi poinnya tuh ada 5 :

1.Upaya

2.Aktor

3.Objek(konflik)

4.Sumberdaya

5.Tujuan

Jenis-Jenis Konflik

1.Konflik antar individu
       Konflik antar individu ini konflik yang sering terjadi di dalam kehidupan sehari hari.contohnya pedagang dengan pembeli.


2.Konflik antar kelompok
        Konflik ini biasanya terjadi pada sekelompok orang yang dimana mereka saling terlibat dalam permasalahan . contohnya geng motor a sama geng motor b.


3.konflik kelompok dengan individu
        Misalnya si individu ini mau gabung sama si kelompok , tapi si kelompok ini gak mau si individu ini ikut gabung karena si individu ini pemalas.


4.Konflik Suku,Agama,Ras
        Ini terjadi karena adanya konflik antar perbedaan pendapat, sehingga menimbulkan permasalahan seperti pertentangan keyakinan Suku,Agama,Budaya,Fisik, pengetahuan hingga Ras tertentu.


5.Konflik Sosial – Nasional
        Konflik ini terjadi meliputi banyak hal di dalam nya yang di awali dengan perbedaan pendapat antara sepihak atau lebih yang dimana perbedaan pendapat ini saling di pegang erat . misalnya seperti yang kita ketahui konflik tentang penolakan RUU Omnibuslaw pada waktu lalu yang mengakibatkan banyaknya penolakan dari masyarakat.

6.Konflik Internasional
        Konflik yang melibatkan banyak Negara di seluruh dunia.

Tingkatan Konflik dalam Manajemen Konflik

        Tingkatan konflik terbgai menjadi enam bagian ,diantaranya:


1.Konflik Laten atau masih belum nampak kepermukaan

        Konflik ini bisa di bilang gak ada yang tau selain dirinya sendiri bakalan terjadi sesuatu.

2.Konflik yang mendahului(antecedent condition)

        Perasaan yang mau ngelakuin sesuatu yang bisa berakibat si konflik ini mulai timbul.

Seperti kamu mau ngebongkar pasangan kamu yang berbohong ,tapi kamu tau responnya bakalan kaya gimana dan akhirnya ribut.


3.Konflik yang dapat diamati (perceived conflict) dan konflik yang dapat di rasakan(felt conflict)

    Adanya tujuan yang saling bertentangan.

4.konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku(mainves behavior)

        Dalam situas ini kelompok atau individu udah mulai terlibat dalam konflik yang terjadi .

Misalnya seperti debat capres dan cawapres.

5.penyelesaian atau tekanan konflik

        Dalam hal ini terdapat dua kemungkinan yang bakalan terjadi, yang pertama kalau masalahnya ini selesai dan menghasilkan hasil yang damai ,mereka bisa akur dan baik-baik aja. Yang kedua, kalau masalahnya enggak nemuin titik terang dan malah makin memanas jangan harap bisa akur lagi yaaa!!!

6.Akibat penyelesaian konflik

        Positif, dimana kedua belah pihak yeng terlibat konflik ini menemui kesepakatan buat damai.

Dan negatifnya buat kedua belah pihak ini ,konfliknya ini bisa berlanjut sampai kedua belah pihak ini nemuin titik kesepakatan terjadi.


Bagaimana orang menerima Konflik?



        Menurut teori yang di sampaikan oleh para ahli, manajemen konflik di bagi menjadi dua sisi, yang pertama di sebut dengan kooperatif atau memuaskan orang lain dan yang ke dua di sebut dengan assertif atau memuaskan diri sendiri.



Kemudian kedua sisi ini di bagi lagi menjadi 5 gaya manajemen konflik diantaranya :


1.Kompetisi


2.kolaborasi


3.kompromi


4.menghindar


5.mengakomodasi



Bagaimana Cara Orang Menyelesaikan Konflik?

        Terdapat enam prosedur umum yang di gunakan orang yang berkonflik untuk menyelesaikan konfliknya yaitu :

1.Lumping

Terjadi saat salah satu pihak konflik sudah gagal ngelakuin tuntutan itu. Kemudian keduanya kembali melakukan hubungan yang baik seakan akan gak terjadi sesuatu.

2.Avoidance or Exit

        Konflik di tiggalkan begitu saja karena salah satu pihak atauupun keduanya merasa tidak mempunyai kekuatan atau upaya untuk memenangkan konflik.

3.Coersion

        Ini mengutamakan kepentingan orang atau kelompk lain ketimbang dirinya sendiri.

4.Negotiation

        Pihak berkonflik akan mengadakan negosiasi secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga dan dimana hasilnya itu akan menguntungkan kedua belah pihak tersebut.

5.Conciliation

        Penyelesaian ini di dasari pada pihak lain yang perduli pada konflik. Dan dimana merasa ingin mengajak mereka untuk menyelesaikan semua permasalahannya .

6.Mediation

        Dimana pihak ketiga ini mempunyai kuasa untuk intervensi atau mempengaruhi pihak yang bermasalah untuk melakukan penyelesaian. Hasilnya dari penyelesaian ini yang di terima oleh kedua belah pihak di sebut dengan arbitrase.


3. Penyelesaian Masalah

Materi kuliah kali ini, salah satunya kita akan membahas tentang masalah. 

Masalah adalah... 

Secara singkat nya masalah bisa di sebut sebagai : 

• Sesuatu yang membutuhkan solusi 

• Sesuatu yang jika dibiarkan maka bisa mengganggu keberlangsungan sesuatu

• Sesuatu yang jika dipikirkan tanpa ada solusi, bisa bikin stress sampai bunuh diri

• Sesuatu yang pasti ada solusinya walaupun tidak begitu mengenakkan.


Jenis-jenis Masalah

1.masalah Sederhana

2.Masalah Rumit


Langkah Menyelesaikan Masalah dengan 3M

Mengidentifikasi Masalah dengan menguraikan nya

Disini kita harus mencari tahu terlebih dahulu dimana titik awal permasalahannya.Kemudian mencari tahu juga dimana masalah ini mudah melebar dan menyebabkan masalah yang besar. 

Mengumpulkan alternatif penyelesaian masalah

Setelah ketemu dengan sumber yang menyebabkan masalah, langkah selanjutnya mengumpulkan setiap alternatif atau kemungkinan cara yang bisa dilakukan agar masalah terselesaikan.

Apalagi untuk jenis masalah yang rumit, pemetaan berbagai alternatif mesti dilakukan agar kemungkinan masalah selesai bisa lebih tepat dan cepat.

Memilih alternatif dan melakukan evaluasi

Setiap alternatif perlu dipilih dan dicoba satu persatu untuk mengetahui apakah berhasil atau tidak. Tidak berhasilnya alternatif dipilih akan menjadi evaluasi khusus untuk menemukan alternatif yang baru.

Siklusnya akan selalu begitu sampai benar-benar bertemu dengan solusi yang tepat.


Langkah menyelesaikan masalah dengan BTS

Terdapat 3 point, diantaranya :

1. Berdiskusi

2. Terbuka

3. Sepakat


Hambatan Penyelesaian Masalah

Apa itu hambatan dalam penyelesaian masalah? 

Singkatnya begini, hambatan adalah halangan atau rintangan. 

Hambatan di uraikan lagi menjadi 3 point : 

• Sesuatu yang datang tanpa dikehendaki

• Menyebabkan kesulitan dalam melakukan proses

• Harus dihilangkan jika proses ingin terus berjalan. 


Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja di bagi menjadi beberapa point, diantaranya : 

•Terdapat pekerja dengan jumlah yang cukup banyak.

•Adanya target atau tugas yang harus dicapai oleh pekerja tersebut.

•Terdapat kondisi dinamis yang memengaruhi pekerja dalam menyelsaikan tugas dan target.

•Faktor-faktor dari luar memengaruhi kondisi dinamis lingkungan kerja..

•Lingkungan kerja berperan penting dalam operasi perusahaan.

•Memerlukan pengaturan agar target operasional perusahaan tercapai.

Bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan kondisi yang berlangsung di area tempat kerja para pekerja. 


Jenis Lingkungan kerja

Jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2,yaitu :

1. Lingkungan kerja fisik

2. Lingkungan kerja non fisik


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan kerja

Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan Sedarmayanti (2001:21) yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya adalah :

1. Penerangan/cahaya di tempat kerja

2. Temperatur/suhu udara di tempat kerja

3. Kelembaban di tempat kerja

4. Sirkulasi udara di tempat kerja

5. Kebisingan di tempat kerja

6. Getaran mekanis di tempat kerja

7. Bau tidak sedap ditempat kerja

8. Tata warna di tempat kerja

9. Dekorasi di tempat kerja

10. Musik di tempat kerja

11. Keamanan di tempat kerja


Indikator indikator Lingkungan Kerja

Yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2001:46) adalah sebagai berikut :

1. Penerangan

2. Suhu udara

3. Suara bising

4. Penggunaan warna

5. Ruang gerak yang diperlukan

6. Keamanan kerja

7. Hubungan karyawan


4.Motivasi

Di pertemuan selanjutnya kita membahas tentang Motivasi. 

Apa itu motivasi? 

Dasarnya, motivasi berasal dari bahasa Inggris motivation yang artinya dorongan. Dorongan untuk melakukan suatu tujuan tertentu. Di tempat asalnya, motivasi ini mengarah kepada kebaikan.

Motivasi adalah harapan, ia bisa membangkitkan harapan meski logika berkata tidak mampu. 


Jenis Motivasi

Berdasarkan jenisnya, motivasi bisa kita kategorikan berdasarkan dari mana ia datang. Yaitu :

Motivasi intrinsik > dorongan yang berasal dari dalam > dorongan dari hati dan perasaan.

Motivasi ekstrinsik > dorongan yang berasal dari luar > dorongan dari lingkungan kerja.


Teori-teori Motivasi

 • Teori Maslow (Kebutuhan)

Dari teori ini kita belajar bahwa seseorang akan melakukan sesuatu ketika ia merasa membutuhkan sesuatu. Setiap kebutuhan akan ia kejar lalu ia dapatkan.

Setelahnya ia akan mengejar kebutuhan ke dua, ke tiga dan kebutuhan lainnya. Dorongan untuk melakukan sesuatu tersebut muncul karena individu membutuhkan sesuatu, karenanya ia merasa perlu untuk bekerja keras atau melakukan upaya lainnya.

• Teori Harapan

 Teori ini berasal dari dorongan seseorang terhadap harapan-harapan yang dirasa akan membuat seseorang tersebut puas. Misalnya harapan Fauzi agar bisa meminang kekasih hati, sehingga Fauzi merasa terdorong untuk mengupayakan segala hal untuk dia.

• Teori Prestasi

 Tidak jauh berbeda dengan teori-teori sebelumnya. Teori prestasi ini mengatakan bahwa seseorang bisa terdorong melakukan sesuatu karena akan mendapatkan prestasi. Misalnya Cinta dan Rangga yang berlomba belajar terus-terusan agar mendapatkan rangking pertama.


Fungsi Motivasi

Untuk menentukan arah langkah

• Untuk memutuskan sesuatu

• Untuk memilih Sesuatu

• Untuk tetap smangat ketika melakukan sesuatu

• Untuk mendapatkan sesuatu


5. Komunikasi

Apa itu Komunikasi? 

Komunikasi berasal dari bahasa latin communicare atau communis yang memiliki definisi menjadikan milik bersama. 

Singkatnya komunikasi versi latin ini berarti menyampaikan sesuatu agar orang lain juga mengerti apa yang disampaikan.


Jenis Komunikasi

Terdiri dari : 

Komunikasi Verbal dengan kata kata

Komunikasi verbal mencakuo aspek aspek berupa :

•Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.

•Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

•Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proporsional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.

•Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.

•Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.

•Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.


Komunikasi Non Verbal

 Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal.

Yang termasuk Komunikasi Non verbal : 

Ekspresi Wajah

• Kontak mata

• Sentuhan

• Gestur tubuh dan gaya berjalan

• Sound (suara) 

•Gerak isyarat


Bentuk Komunikasi

Bentuk komunikasi berdasarkan : 

Komunikasi Langsung

Komunikasi ini tanpa menggunakan alat. Komunikasi ini menggunakan kata kata. 

Komunikasi tidak langsung

Komunikasi ini biasanya menggunakan alat. Seperti penggunaan handphone, buku dll. 


Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.

Komunikasi Kelompok, Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

Komunikasi Perorangan, Adalah  komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.


Bentuk komunikasi berdasarkan Arah Pesan :

• komunikasi satu arah

• komunikasi timbal balik


6. Kepemimpinan

Apa itu Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan tersebut digunakan ketika memimpin.

Aspek penting di dalam kepemimpinan

Aspek penting di dalam sebuah kepemimpinan tercantum di dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2009). Buku tersebut karya dari Edy Sutrisno. Dijelaskan bahwa kepemimpinan memiliki tiga aspek penting, di antaranya adalah sebagai berikut:

 1. Seorang pemimpin harus melibatkan orang lain

 Orang lain yang dimaksud di sini adalah sebagai pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok. 

2. Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan 

Maksud dari aspek ini adalah anggota kelompok tetap memiliki kuasa di dalam sebuah organisasi. 

3. Kepemimpinan sebagai kemampuan dalam menggunakan kekuasaan

Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin umumnya akan digunakan dalam memengaruhi perilaku anggota kelompoknya. Hal itu dilakukan melalui sejumlah cara.


Teori Kepemimpinan

1. Great Man theory

Great Man Theory yang dikenal sebagai teori orang hebat ini berkembang sejak abad ke-19. Teori ini membuat asumsi mengenai sifat kepemimpinan dan bakat kepemimpinan. Teori ini menyebutkan bahwa hal-hal tersebut dibawa seseorang sejak orang itu dilahirkan.

2. Teori Gaya dan Perilaku

Teori berdasarkan gaya dan perilaku ini menyatakan bahwa pemimpin yang hebat itu dibuat. Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin yang hebat itu bukan berasal sejak mereka dilahirkan.

3. Traith Theory

Trait Theory juga sering disebut sebagai teori sifat kepribadian. Teori ini meyakini bahwa seseorang yang dilahirkan atau dilatih menggunakan sebuah kepribadian tertentu, maka mereka akan menjadi unggul dalam peran kepemimpinannya.

4. Behavioural Theories

Teori kepemimpinan behavioral theories ini adalah reaksi dari trait theory. Behavioral theories atau teori perilaku ini menghadirkan sudut pandang yang baru mengenai kepemimpinan. Daripada karakteristik fisik, mental dan sosial dari seorang pemimpin, teori ini memberikan perhatian pada perilaku para pemimpin itu sendiri.

5. Contingency Theory

Contingency theory menganggap bahwa tidak ada acara yang paling baik untuk menyatakan dan memimpin. Teori ini menganggap bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan pada kondisi dan situasi tertentu. Atas dasar teori kontingensi ini, seseorang akan mungkin dapat berhasil tampil dan memimpin, dengan sangat efektif pada situasi, kondisi dan tempat tertentu.

6. Theory Servant

Teori kepemimpinan selanjutnya adalah teori servant. Dalam bahasa Indonesia, disebut sebagai pelayan. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970 an. Teori ini meyakini bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bertugas melayani, menjaga serta memelihara kesejahteraan fisik dan mental para anggota atau pengikutnya.

7. Theory  Transaksional

Transaksional berasal dari kata dasar transaksi. Teori ini menggambarkan sebuah gaya kepemimpinan yang berdasar pada perjanjian atau kesepakatan. Perjanjian atau kesepakatan tersebut dibuat seseorang dengan orang lain.

8. Teori Transformasi inal

Teori ini mengacu pada kata transformasi, kata tersebut memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional adalah sebuah teori yang mengarahkan pada istilah “memanusiakan manusia”. Teori ini mengedepankan pendekatan personal pemimpin dengan bawahannya atau organisasi.


7.Kerja Sama Tim

Adalah kemampuan pribadi dalam menerima, memutuskan, merelakan, atau memberikan pikiran, waktu dan tenaga kita untuk bekerja bersama dengan tim atau kelompok. Tujuannya adalah terpenuhinya tujuan bersama.

Bagaimana cara membangun kerja sama tim yang baik? 

Kerja bersama artinya kerja tidak sendirian. Semua anggota kelompok harus tahu dan yakin bahwa tujuan tidak akan tercapai jika tidak berkerja bersama.

Pemimpin kelompok yang paham  Tujuan kelompok

Pemimpin kelompok bertugas mengawal setiap anggotanya untuk melaksanakan tugas dengan baik.

Waktu menyenangkan bersama

Membuat waktu yang menyenangkan dan berkualitas bersama dengan tim sangat wajib dilakukan. Karena hal ini akan membuat tim semakin erat dan dapat menjalin komunikasi dengan baik.

Upgrade Kemampuan Bersama

Membangun kerjasama tim yang baik bisa juga dilakukan dengan mengupgrade setiap kemampuan individu dalam kelompok.

Manfaat Kerja sama tim dalam perusahaan

1. Memunculkan Ide atau gagasan baru dan bervariasi,

2. Perbedaan menciptakan inovasi bagi perusahaan

3. Tujuan lebih cepat dan tepat tercapai

4. Produktivitas meningkat


8. Etika Profesi

Adalah sekumpulan panduan atau aturan dalam melakukan sesuatu agar profesionalitas dalam bekerja tetap terlaksana.

Prinsip Etika Profesi

Meskipun kode etik di setiap profesi memiliki perbedaan, namun ada beberapa prinsip yang bersifat universal.

Prinsip etika profesi yang bersifat universal ini meliputi:

1. Kejujuran

2. Kepercayaan

3. Kesetiaan

4. Sikap menghargai orang lain

5. Taat terhadap hukum

6. Berperilaku baik

7. Menghindari hal-hal yang dapat membahayakan orang lain, serta

8. Memiliki akuntabilitas yang baik

Manfaat Etika profesi

1. Untuk publik

2. Untuk klien

3. Untuk Anggota


9. Manajemen Waktu

Manajemen Waktu yaitu suatu bentuk perencanaan, mengorganisir, menggerakkan, dan pengawasan, terhadap produktivitas waktu. Waktu ini juga merupakan salah satu sumber daya yang harus dapat dikelola dengan baik agar individu atau suatu organisasi bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Prinsip Manajemen Waktu

Diantaranya yaitu :

1. Mengembangkan suatu kepekaan pribadi terhadap waktu.

2. Mengidentifikasi suatu tujuan jangka panjang.

3. Buat rencana pada jangka menengah.

4. Rencana Harian.

5. Buat pemanfaatan yang terbaik bagi waktu terbaik anda.

6. Organisir suatu tugas kantor.

7. Menata suatu rapat.

8. Mendelegasikan secara efektif.

9. Buatlah suatu komitmen terhadap waktu.

10. Menjaga kesehatan Anda.

Sifat Waktu

1. Hal yang tidak dapat diulangi.

2. Hal yang tidak bisa dijalankan sesuai dengan keinginan diri sendiri.

3. Sesuatu yang tidak bisa diperlambat atau juga dipercepat.

Ada tiga poin penting dalam manajemen waktu, agar waktu kita gk kebuang cuma-cuma :

1. Mengelola.

2. Mengupayakan.

3. Memaksimalkan.


10. Persiapan Kerja, Interview dll

Sudah selesai dalam melaksanakan pendidikan, tapi bingung nih mau kerja dimana? Karena nyari kerja itu gk gampang lohh guyss huhuuu. 

Ada beberapa point dalam persiapan kerja yaitu : 

•ikuti internship atau magang

• harus rajin ikut organisasi

•rajin ikut karir ekspo

•mengasah skill dan tingkat percaya diri

• berusaha dan berdoa

Interview

Ada 5 hal yang harus di perhatikan pada saat akan menghadapi interview. Diantaranya yaitu :

1. Outfit

2. Attitude is everything

3. Communications is key

4. Kompetensi dan skill harus lolos syarat

5. Tunjukan antusiasme


11. Antisipasi Kegagalan

GAGAL... ya gagal. Kata ini sering kali menghampiri kita yang sudah berusaha untuk mencapai semuanya. Tetapi kegagalan tidak akan pernah hilang dari dalam hidup ini, selalu saja kita menemukan yang namanya kegagalan. 

Sikap apa saja sih yang sebetulnya harus dimiliki seseorang agar dapat menerima dan mengantisipasi kegagalan? Beberapa sikap yang harus kita miliki di antara lain adalah sebagai berikut :

1. Yakin dan optimis 

2. Istiqomah dengan ikhtiar

3. Tawakal

4. Ikhlas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Novel] PULANG Karya Tere Liye

Portofolio ANIS SUGIARTI